MAJELIS DESA ADAT MAJAYA JAYA DI PURA BESAKIH

MAJELIS DESA ADAT MAJAYA JAYA DI PURA BESAKIH

Sebagai tindak lanjut disahkannya Peraturan Daerah No.4 Tahun 2019, kemudian dengan telah dipilih dan dikukuhkannya Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet sebagai Bendesa Agung pada Paruman Agung Desa Adat se Bali pada 6 Agustus 2019 di Wantilan Pura Agung Samuan Tiga, Gianyar, maka Bendesa Agung dibantu oleh Tim setelah melalui beberapa kali pertemuan Tim, maka telah terbentuk susunan Kepengurusan lengkap Majelis Desa Adat Provinsi Bali masa bhakti 2019 - 2024.

Kepengurusan lengkap yang terdiri dari 70 orang dari berbagai disiplin ilmu dan dari berbagai Kabupaten/Kota se Bali ini kemudian dikukuhkan tanggal 27 Agustus 2019 di Aula Sekretariat Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Renon.

Supaya pengukuhan Kepengurusan Majelis Desa Adat ini menjadi lengkap dari sisi skala dan niskala, maka pada hari Sabtu, Pon wuku Paang, Pinanggal Apisan, tanggal 31 Agustus 2019, segenap Pengurus Majelis Desa Adat Provinsi Bali ini mengadakan Upacara Majaya jaya di Pura Agung Besakih , yang dipuput oleh 2 orang Sulinggih Siwa- Bhoda, yaitu Ida Pedanda Gede Rai Pidada beserta Ida Pedanda Istri dari Grya Pidada Br. Sengguan, Semarapura, dan Ida Pedanda Bhoda Ida Pedanda Gede Ketut Jelantik Sogatha beserta istri dari Grya Wanasari, Karangasem. Acara Majaya Jaya ini juga kesangra (disambut, dibantu dan dihadiri ) dengan sangat baik oleh Para Pemangku Pura Besakih dan Manggala Desa Adat Besakih. Banyak dari pengurus juga membawa serta keluarga untuk ikut menyaksikan, sembahyang dan mendoakan agar Majelis Desa Adat Bali ini selalu mendapat tuntunan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa sehingga mampu melaksanakan dharma bhaktinya didalam mengajegkan Bali, dimana Agama Hindu Bali, Adat Bali, Budaya Bali selalu ajeg di Bali dan selanjutnya mampu bersama Pemerintah untuk selalu mewujudkan dan menjaga Bali yang Shanti Jagadhita.

Dalam Dharma Wacana yang disampaikan sebelum Upacara Majaya Jaya dilaksanakan, Bendesa Agung Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyatakan bahwa tujuan dari Upacara Majaya jaya ini adalah yang pertama sebagai ungkapan rasa hangayubagia (rasa sangat bersyukur) kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, semua Ista Dewata, Ida Bhatare Kawitan sami karena tuntunan dan waranugrahaNYA maka Gubernur , DPRD, dan kita semua telah berhasil mengadakan Perda Desa Adat No.4 Tahun 2019 kemudian melaksanakan Paruman Agung, menetapkan program kerja, dan membentuk Kepengurusan Majelis Desa Adat untuk melaksanakan Perda Desa Adat tersebut. Yang kedua adalah kita memohon agar kita semua para Pengayah (Pengurus yang pelayan ) mendapat kekuatan, sehat, dirgayusa, dan sadia rahayu untuk mengemban tugas tugas kita, dharma bhakti kita didalam membangun dan menjaga Keajegan Bali.

Kita memohon agar pikiran , perkataan, tindakan dan prilaku kita selalu disucikan, dituntun agar selalu berjalan sesuai ajaran agama. Ida Pangelingsir Agung juga sangat menekankan bahwa dengan disaksikan oleh Ida Sang Hyang Widhi, semua Ista Dewata, Ida Bhatare Sami , kita segenap Prajuru Majelis Desa Adat disetiap tingkatan sampai dengan semua Bendesa Adat agar sungguh sungguh menyatakan siap " ngayah" atas dasar " lascarya nekeng tuas" ( tulus ikhlas se ikhlas ikhlasnya), tanpa ada kepentingan pribadi, kepentingan politik atau kepentingan kelompok. Kepentingan kita adalah hanya satu yaitu Bali yang selalu ajeg dan Pancasila Bhineka Tunggal Ika tetap tegak dan jaya untuk NKRI, tandasnya ber ulang ulang.


Upacara yang dimulai tepat pada jam 17.00 berlangsung dengan sangat baik, lancar dan khusuk, selesai dan ditutup dengan foto bersama, makan bersama. Terlihat bahwa Kepengurusan Majelis Adat ini sungguh kompak dan akrab antara yang satu dengan yang lainnya. Semoga Majelis Desa Adat mampu melaksanakan tugas dharma bhaktinya dengan baik "sidhakarya labdhakarya sidha sidhaning don".



#MDA #MajelisDesaAdat #DesaAdat #Adat #Bali #Besakih #Mejayajaya #PangelingsirAgung #IdaPangelingsir

Featured Posts
Posts are coming soon
Stay tuned...
Recent Posts